Lahan tidur warga di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten
Penajam Paser Utara (PPU), kini berubah menjadi kebun produktif. Menghasilkan buah melon premium dan menjadi salahs
atu destinasi wisata.
Di atas hamparan
tanah seluas setengah hektare itu, tumbuh deretan tanaman melon dengan warna
keemasan yang menggoda. Puluhan masyarakat tampak antusias memenuhi kebun
tersebut, memilih buah terbaik.
Mereka mengikuti
program wisata petik melon garapan Badan Usaha Milik Desa Sesulu, Rabu (5/11). Panen Perdana ini akan berlangsung hingga Minggu (9/11).
Direktur BUMDes
Sesulu, Hajral Aswatama, menjelaskan konsep wisata petik melon ini sekaligus
memperkenalkan produk unggulan desa. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa melon
premium tidak harus didatangkan dari luar daerah. Di Desa Sesulu pun ada,
dengan kualitas yang tidak kalah,” sebutnya.
Ada lima jenis
melon yang dikembangkan BUMDes Sesulu, namun tiga di antaranya menjadi varietas
unggulan yakni golden melon, rock melon varietas Merlin, dan golden emerald
inthanon. Hasil panen perdana disebutnya melebihi ekspektasi tim pengelola.
Dari total lahan
setengah hektare yang ditanami, sekitar 10 ton melon berhasil dipanen. Namun
hanya separuhnya yang dibuka untuk wisata, karena sebagian hasil panen sudah
dikontrak oleh perusahaan buah komersial, Sun Pride.
“Selama panen
raya ini sehari bisa terjual sampai 1,5 ton. Ada juga pembeli besar yang ambil
sampai 800 kilogram untuk dijual kembali,” ungkap Hajral.
Menariknya, meski
berlabel premium, harga melon di Sesulu tetap bersahabat. “Kalau golden emerald
di pasaran bisa Rp 55 ribu sampai Rp 65 ribu per kilogram, di kami hanya Rp 30
ribu. Begitu juga golden melon dan Merlin, cukup Rp 20 ribu per kilogram,” jelasnya.
Kandungan
kemanisan melon-melon ini diklaim mencapai lebih dari 10° Brix (menandakan
kualitas buah yang tinggi)
Antusiasme warga
pun luar biasa. Sejak dibuka untuk umum, pengunjung terus berdatangan dari pagi
hingga sore. Bahkan tiga hari sebelum acara resmi, warga sudah mulai datang
untuk sekadar melihat dan memetik buah langsung. “Jujur, di luar ekspektasi
saya. Setiap jam selalu ada pengunjung baru,” kata Hajral.
Dalam dua hari
sejak pembukaan, ratusan orang sudah datang menikmati pengalaman wisata petik.
Tak hanya dari Sesulu, pengunjung juga berdatangan dari berbagai kecamatan di
PPU, seperti Waru dan Penajam.
Program ini juga
menjadi bagian dari kolaborasi BUMDes Sesulu dengan Himpunan Pengusaha Muda
Indonesia (Hipmi) PPU. Hajral yang juga menjabat Ketua Kompartemen Perkebunan
HIPMI menuturkan, sebanyak 100 kilogram melon Sesulu akan diperkenalkan ke Ibu
Kota Nusantara (IKN).
“Sebagian untuk
pameran, sebagian lagi untuk dijual agar masyarakat bisa mencicipi langsung.
Ini tindak lanjut dari ajakan Deputi Sarpras IKN agar Hipmi membawa produk
unggulan daerah,” terangnya.
Lahan yang
digunakan merupakan lahan masyarakat yang sebelumnya tidak produktif. Kini,
BUMDes mengelolanya sebagai bagian dari program strategis nasional di bidang
ketahanan pangan. Selain melon, di lahan sisanya akan ditanam semangka pada
akhir tahun ini.
Panen raya melon
ini menjadi yang pertama di lahan baru. Ke depan, BUMDes menargetkan tiga
hingga empat kali panen setiap tahun, yang semuanya akan dibuka untuk wisata
petik. (*)
Sumber Berita :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar