Kamis, 13 November 2025

Dari Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif, BUMDes Sesulu Panen 10 Ton Melon Premium

 


Lahan tidur warga di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kini berubah menjadi kebun produktif. Menghasilkan buah melon premium dan menjadi salahs atu destinasi wisata.

Di atas hamparan tanah seluas setengah hektare itu, tumbuh deretan tanaman melon dengan warna keemasan yang menggoda. Puluhan masyarakat tampak antusias memenuhi kebun tersebut, memilih buah terbaik.

Mereka mengikuti program wisata petik melon garapan Badan Usaha Milik Desa Sesulu, Rabu (5/11). Panen Perdana ini akan berlangsung hingga Minggu (9/11).

Direktur BUMDes Sesulu, Hajral Aswatama, menjelaskan konsep wisata petik melon ini sekaligus memperkenalkan produk unggulan desa. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa melon premium tidak harus didatangkan dari luar daerah. Di Desa Sesulu pun ada, dengan kualitas yang tidak kalah,” sebutnya.

Ada lima jenis melon yang dikembangkan BUMDes Sesulu, namun tiga di antaranya menjadi varietas unggulan yakni golden melon, rock melon varietas Merlin, dan golden emerald inthanon. Hasil panen perdana disebutnya melebihi ekspektasi tim pengelola.

Dari total lahan setengah hektare yang ditanami, sekitar 10 ton melon berhasil dipanen. Namun hanya separuhnya yang dibuka untuk wisata, karena sebagian hasil panen sudah dikontrak oleh perusahaan buah komersial, Sun Pride.

“Selama panen raya ini sehari bisa terjual sampai 1,5 ton. Ada juga pembeli besar yang ambil sampai 800 kilogram untuk dijual kembali,” ungkap Hajral.

Menariknya, meski berlabel premium, harga melon di Sesulu tetap bersahabat. “Kalau golden emerald di pasaran bisa Rp 55 ribu sampai Rp 65 ribu per kilogram, di kami hanya Rp 30 ribu. Begitu juga golden melon dan Merlin, cukup Rp 20 ribu per kilogram,” jelasnya.

Kandungan kemanisan melon-melon ini diklaim mencapai lebih dari 10° Brix (menandakan kualitas buah yang tinggi)

Antusiasme warga pun luar biasa. Sejak dibuka untuk umum, pengunjung terus berdatangan dari pagi hingga sore. Bahkan tiga hari sebelum acara resmi, warga sudah mulai datang untuk sekadar melihat dan memetik buah langsung. “Jujur, di luar ekspektasi saya. Setiap jam selalu ada pengunjung baru,” kata Hajral.

Dalam dua hari sejak pembukaan, ratusan orang sudah datang menikmati pengalaman wisata petik. Tak hanya dari Sesulu, pengunjung juga berdatangan dari berbagai kecamatan di PPU, seperti Waru dan Penajam.

Program ini juga menjadi bagian dari kolaborasi BUMDes Sesulu dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) PPU. Hajral yang juga menjabat Ketua Kompartemen Perkebunan HIPMI menuturkan, sebanyak 100 kilogram melon Sesulu akan diperkenalkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Sebagian untuk pameran, sebagian lagi untuk dijual agar masyarakat bisa mencicipi langsung. Ini tindak lanjut dari ajakan Deputi Sarpras IKN agar Hipmi membawa produk unggulan daerah,” terangnya.

Lahan yang digunakan merupakan lahan masyarakat yang sebelumnya tidak produktif. Kini, BUMDes mengelolanya sebagai bagian dari program strategis nasional di bidang ketahanan pangan. Selain melon, di lahan sisanya akan ditanam semangka pada akhir tahun ini.

Panen raya melon ini menjadi yang pertama di lahan baru. Ke depan, BUMDes menargetkan tiga hingga empat kali panen setiap tahun, yang semuanya akan dibuka untuk wisata petik. (*)

Sumber Berita :

https://kaltimpost.jawapos.com/bisnis/2386803276/dari-lahan-tidur-jadi-kebun-produktif-bumdes-sesulu-panen-10-ton-melon-premium